Berita: Jamasan Pusaka

Berita ini dikutip dari web resmi Pemerintah Kabupaten Nganjuk , silakan disimak. . . .


Jamasan Pusaka merupakan Upacara Adat Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk yang bersifat Tradisi, Sakral, Ritual dan adiluhung. Sebagai budaya bangsa, keberadaan Jamasan Pusaka ini selalu diupayakan kelestariannya bahkan ditingkatkan improfisasinya, sosialisasinya serta disesuaikan pelaksanaanya dengan perkembangan situasi serta kondisi pada saat ini.
Pelaksanaan upacara ini ditetapkan 3 macam hari pilihan yakni: Jum’at Legi, Jum’at Wage dan Senin Wage pada bulan Muharam (Syuro), bertempat di gedung Pusaka Desa Ngliman yang didahului oleh arak-arakan (Kirab). Pada tahun 2014 ini acara dilaksanakan pada Jum’at, 21 Nopember 2014, dihadiri oleh Pejabat dan Forpimda Kabupaten Nganjuk.
Kirab didahului oleh serombongan petugas yang terdiri dari Subha Manggala (Cucuk Laku) para prajurit pasukan pembawa Pusaka, Putri Domas serta pasukan dengan kesenian MungDhe yang semuanya itu menggambarkan prajurit Kerajaan pada saat itu. Keberangkatan Kirab Pusaka diawali dari Makam Ki Ageng Ngaliman ke utara sampai gerdon terus kembali lagi sampai akhirnya ke Gedung Pusaka Baru.
Benda Pusaka yang erat kaitannya dengan acara dimaksud adalah : Kendi Pusaka, bentuk dan besarnya tidak jauh berbeda dengan kendi-kendi yang kita kenal pada umumnya, terbuat dari tanah liat tingginya ± 25 cm. Kendi tersebut dikeluarkan 1 tahun sekali saat upacara dilaksanakan, sedang pada hari-hari biasa kendi tersebut disimpan di Gedung Makam Kyai Ngaliman.
Senjata Pusaka, pusaka yang dipergunakan untuk upacara berjumlah 4 buah masing-masing bernama Kyai Srambat, Kyai Endel dan Kyai Kembar berjumlah 2 buah bentuk dan panjangnya sama.
Wayang Kayu, Wayang Klitik atau Wayang Krucil jumlahnya ada 3 yakni: Eyang Bondan, Eyang Joko Truno, Eyang Betik. Selain benda-benda pusaka tersebut di atas masih ada perlengkapan lain untuk upacara dimaksud, misalnya kembang setaman, warangan, minyak wangi (cendana), Blandongan tempat merendam pusaka, Payung Agung berjumlah 5 buah, padupan untuk membakar dupa.
Pelaksanaan Prosesi Jamasan Pusaka diawali dengan penerimaan Pusaka dari berbagai daerah, Pusaka diserahkan Sesepuh Desa Ngliman Kecamatan Sawahan. Sebagai penutup acara diadakan selamatan bersama di Gedung Pusaka yang diikuti oleh segenap warga masyarakat dan para undangan yang hadir serta berkenan.
Sedangkan pada malam harinya diadakan Tasyakuran dan Pagelaran Wayang Kulit samalam suntuk. Suatu kenyataan bahwa rangkaian upacara ini dipandu dengan lingkungan alam yang indah, udara pegunungan yang sejuk dan masyarakat yang ramah lingkungan serta ramah di dalam tata pergaulan bermasyarakat sehingga sungguh meriah untuk ditonton dengan segenap keluarga.

Comments