Desa Ngliman, Kaya Akan Hasil Tanam

Sawah ladang luas di Ngliman


Tak hanya terkenal dengan pesona alam dan budayanya, Desa Ngliman juga terkenal akan komoditas perkebunan serta pertaniannya. Komoditas perkebunan dan pertanian di Desa Ngliman sangat melimpah karena faktor iklim yang menyebabkan tanah di desa ini  sangatlah subur. Kesuburan tanah di Desa Ngliman menyebabkan desa ini cocok untuk ditanami beberapa komoditas tanaman holtikultura serta perkebunan. Beberapa komoditas unggulan yang di tanam di Desa Ngliman diantaranya adalah cengkih, mawar, berbagai jenis tanaman holtikultura seperti durian, jeruk, alpukat, cabai, tomat, dll, bahkan warga desa ini saat ini mulai menanam tanaman perkebunan seperti nilam. Hal tersebut yang menyebabkan sebagian besar mata pencaharian warga di Desa Ngliman adalah petani.

Dari bermacam-macam komoditi pertanian yang ada, komoditi unggulan warga Desa Ngliman adalah cengkih dan mawar. Menurut Yuliati salah satu petani cengkih di Desa Ngliman, harga biji cengkih kering mencapai Rp 100.000/kilo, sedangkan untuk bunga mawar sendiri laku dijual saat moment-moment tertentu seperti hari raya idul fitri dan bulan suro, dimana harganya mencapai Rp 50.000/timba. Dari dua jenis komoditi perkebunan saja, warga sudah mendapatkan keuntungan yang sangat tinggi, apalagi warga Desa Ngliman adalah warga yang sangat ulet, sehingga dalam satu lahan perkebunan tidak hanya ditanam satu jenis tanaman, namun kebanyakan petani di desa ini memanfaatkan celah kosong untuk ditanam tanaman lain. hal tersebut yang mnyebabkan desa ini adalah salah satu desa yang makmur di Kabupaten Nganjuk. Bahkan saat ini warga Desa Ngliman sudah mulai mengolah hasil pertaniannya sendiri menjadi bahan jadi dalam bentuk minyak atsiri yaitu minyak nilam serta minyak cengkih dan berupa minuman yaitu sari mawar. Beberapa tempat penyulingan minyak atsiri Di Desa Ngliman berada di Dusun Gerdon, Kemukus dan Nggilis sedangkan sari mawar sendiri masih dalam bentuk UKM (Usaha Kecil Menengah)  yang dilakukan oleh ibu-ibu di desa tersebut (Shita Y. Septyana).

Comments

Popular posts from this blog

Pesona Gunung Wilis dan Jalur Pendakiannya

Situs Condrogeni: Sering Lewat, Tak Pernah Melihat

Menguak Sejarah Makam Desa Ngliman

Ki Ageng Ngaliman menurut Warga Ngliman