Mengenali Desa Ngliman Lebih Dekat




          Desa Ngliman berada di Kabupaten Nganjuk yang dikenal sebagai Bumi Anjuk Ladang. Tentunya ketika mendengar Desa Ngliman pasti dalam pikiran kita langsung tertuju pada wisata alamnya, yaitu air terjun sedudo. Ya benar, Ngliman memang sudah banyak diketahui orang tentang wisata alamnya yang eksotik, tapi tidak ada salahnya mengetahui lebih dekat keadaan desa Ngliman.

          Pertama kali memasuki kawasan desa Ngliman, tanpa disadari sudah dapat kita rasakan bedanya. Rasanya sejuk hingga merasuki  jiwa membuat pikiran tenang hati tentram. Udara yang sejuk dan bersih jauh dari polusi, pemandangan yang hijau, gemuruh suara sungai yang menderu membuat lebih semangat untuk semakin mendaki bukit Ngliman yang sangat memikat hati.
          Sebenarnya selain Air Terjun Sedudo yang mempesona, ada yang wajib dikunjungi untuk melihat keajaiban ciptaan Tuhan Yang Maha Agung yang begitu luar biasa. Salah satunya adalah melihat matahari terbit. Matahari terbit di desa Ngliman tepatnya di Dusun Gimbal tidak kalah indahnya dengan matahari terbit di gunung Bromo. Di dusun Gimbal ada yang namanya Mbaduk (sebutan masyarakat setempat) disana dapat melihat indahnya matahari terbit, sekitar pukul 05.05 WIB dengan udara semilir yang menyejukkan, pemandangan anak gunung yang luar biasa serta sungai yang mengalir dengan riang, rumah penduduk yang rapi semua terlihat didapan mata yang nyata. Ditambah ladang mawar yang terhampar luas juga menambah keindahan sunrise yang megah dengan warna jingga membuat lebih tegas untuk menyegerakan beraktifitas. Kalau berada di dusun Gimbal jangan sampai melewatkan melihat matahari terbit di Mbaduk.
          Untuk wisata alamnya perlu diperhitungkan juga air terjun Singokromo, yang masih “perawan” dan alami. Air terjun ini adalah salah satu dari 10 deretan air terjun yang ada di puncak Gunung Wilis. Untuk ke air terjun Singokromo tak sesulit dulu. Dulu harus masih berjalan kaki dan melewati jalan setapak didalam hutan untuk mencapainya. Tapi sekarang pembangunan sudah berkembang maka dapat naik motor, tetapi untuk kebawah menuju air terjun tetap berjalan kaki. Anda jangan khawatir rasa lelah setelah berjalan kaki akan terobati setelah sampai di bawah air terjun yang tingginya ±50 meter.
          Berbagai mitos dan kepercayaan mistis terhadap air terjun ini juga masih sangat lekat hingga sekarang. Sesuai dengan namanya “singo berarti harimau dan kromo berarti kawin” dari itu sering diyakini kalau mandi di air terjun ini akan segera mendapatkan jodoh bagi yang belum menikah, selain itu juga dipercaya untuk mengobati berbagai macam penyakit. Boleh percaya atau tidak tapi itu merupakan keyakinan yang sampai kini melekat bagi sebagian masyarakat.
          Di Gunung Wilis terdapat 10 air terjun, yang 2 sudah dapat dijangkau oleh wisatawan seperti air terjun sedudo dan air terjun singokromo. Sementara yang ke 8 lainya yang hanya bisa dijangkau oleh masyarakat desa Ngliman adalah Air Terjun Segunting, Air Terjun Banyu Selawe, Air Terjun Selanjur, Air Terjun Jeruk, Air Terjun Jeruk, Air Terjun Banyupait, dan Air Terjun Cemoro Kandang. Lokasinya ke 8 air terjun tersebut dipuncak Gunung Wilis yang jalannya masih curam.Untuk melihat air terjun tersebut dari kejauhan tempat yang tepat adalah didusun Gimbal, sama seperti untuk melihat matahari terbit tadi, Anda dapat melihat Sedudo, Segunting dan Banyu Selawe.
          Banyak hal yang menarik di Desa Ngliman, bukan hanya alamnya yang mempesona tetapi kehidupan masyarakat, kekayaan hasil pertanian, pengolahan hasil pertanian yang menjanjikan masa depan, serta mistisnya yang tersimpan di Desa Ngliman. Untuk mengetahui semua itu, nantikan penulisan berikutnya. (Duwi [email protected])

Comments

Popular posts from this blog

Pesona Gunung Wilis dan Jalur Pendakiannya

Menguak Sejarah Makam Desa Ngliman

Situs Condrogeni: Sering Lewat, Tak Pernah Melihat

Ki Ageng Ngaliman menurut Warga Ngliman