Thursday, November 27, 2014

Menguak Sejarah Makam Desa Ngliman

  No comments

Pintu gerbang makam wetan

 Ngliman, adalah salah satu desa di Kabupaten Nganjuk yang terkenal akan keindahan alam, budaya serta tempat-tempat bersejarah. Salah satu tempat bersejarah di Desa Ngliman yang sering dikunjungi oleh wisatawan dalam maupun luar kota adalah makam Ki Ageng Ngaliman, dimana makam tersebut berada di dua tempat dengan sebutanya masing – masing yaitu Makam Gedong Kulon dan Makam Gedong Wetan. Berdasarkan data dan informasi yang direkam oleh Tim Penelusuran Sejarah Ngliman yang melibatkan berbagai nara sumber baik yang berada di daerah Ngliman
antara lain Mbah Iro Karto (sesepuh masyarakat), Drs. Sumarsono (Kades Ngliman), Mbh Parmo (Mantan Kades Ngliman) (Almarhum kakek saya :D), Suprapto (mantan Kades Sidorejo), Imam Syafi’i (Juru Kunci Makam), Sumarno (Kamituwo), Sarni (Jogoboyo). Ki Ageng Ngaliman dimakamkan di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan + 50 Meter sebelah selatan Balai Desa Ngliman. Beliau dimakamkan bersama-sama dengan para sahabat dan pengikutnya. Dalam satu kompleks bangunan makam tersebut terdapat enam makam antara lain Ki Ageng Ngaliman, Pengeran Pati, Pangeran Kembang Sore, Pangeran Tejo Kusumo, Pangeran Blumbang Segoro dan Pangeran Sumendhi.
Di pintu depan Makam Ki Ageng Ngaliman terdapat gambar bintang, kinjeng, ketonggeng, burung dan bunga teratai, dimana gambar-gambar tersebut kemungkinan menunjukkan makna tersendiri. Ki Ageng Ngaliman sendiri berasal dari Solo Jawa Tengah, aktifitas yang dilakukan Ki Ageng Ngaliman adalah untuk mempersiapkan perjuangan melawan Belanda dengan diadakan pelatihan fisik dan mental yang bertempat di Padepokan yang sampai saat ini disebut Sedepok, dan di Sedudo yang letaknya di Puncak Gunung Wilis. Perjuangan tersebut ditujukan guna memerangi Pemerintah Belanda yang sedang ikut mengendalikan pemerintahan di Kasultanan Surakarta.  Dasar pemikiran yang melatar belakangi hijrahnya Ki Ageng Ngaliman dari Solo ke Nganjuk adalah karena Nganjuk merupakan wilayah Kasultanan Mataram sehingga juga berguna untuk menghindari kecurigaan maka Ki Ageng Ngaliman melatih prajuritnya menetap di daerah Nganjuk yang merupakan wilayah kasultanan Mataram.
 Makam Ki Ageng Ngaliman Gedong Wetan terletak di Desa Ngliman + 100 M ke arah timur dari Kantor Desa Ngliman. Makam Gedong Wetan dengan Gedong Kulon terpaut waktu antara + 200 tahunan. Lebih tua Gedong Wetan. Sampai saat ini kedua makam tersebut sering dikunjungi oleh peziarah tidak hanya dari kota Nganjuk, namun juga dari luar Kota Nganjuk, dan Makam Ngaliman Gedong Wetan sampai saat ini adalah makam yang digunakan sebagai tempat dimakamkanya warga Desa Ngliman yang sudah meninggal.   

No comments :

Post a Comment