Gedong Pusaka: Museum Pusaka Ki Ageng Ngaliman




Manusia kini begitu dimudahkan dengan berbagai teknologi. Sebut saja smartphone yang saat ini menjadi senjata utama kita. Begitu hebatnya smartphone sehingga nyaris semua masalah dapat kita pecahkan dengan aplikasi di dalamnya. Mau cari info, bikin video, ambil foto, bahkan mau jadi kaya (baca Let's Get Rich!) semua bisa dengan senjata bernama smartphone. Jauh sebelum smartphone ditemukan, manusia telah akrab dengan yang namanya senjata. Tidak canggih, tapi senjata itu justru sangat ampuh. Kita menyebutnya sebagai pusaka. Bentuknya bisa berupa jimat, keris, tombak, atau bentuk lainnya.

Sebagai orang yang memiliki kesaktian, Ki Ageng Ngaliman tentunya juga  "mengoleksi" berbagai macam pusaka. Pusaka tersebut menjadi penanda kesaktian juga keberadaan Ki Ageng Ngaliman. Pusaka tersebut ialah bukti fisik kehebatan Ki Ageng Ngaliman. Logikanya seperti ini, Pusaka-pusaka itu tentu dibuat oleh seseorang. Seseorang itu tentunya adalah seorang yang sakti mandraguna. Dan kita menyakini seseorang itu bernama Ki Ageng Ngaliman.

Pusaka-pusaka itu kini disimpan di Gedong Pusaka. Letaknya persis di depan Kantor Desa Ngliman, di sebelah Loket Wisata Air Terjun Sedudo. Konon, Gedong Pusaka ini di bangun di atas tanah peninggalan Ki Ageng Ngaliman. Sehingga sangat dikeramatkan oleh warga Ngliman. Tidak sembarang orang dapat masuk ke Gedong itu.

Sayangnya, beberapa orang tak berhak pernah masuk dan memindahkan beberapa pusaka tersebut dan hanya menyisakan beberapa pusaka sebagai berikut:
- Kyai Srabat (hilang tahun 1976)
- Kyai Endel (hilang tahun 1976)
- Kyai Berjonggopati (hilang tahun 1949)
- Kyai Trisula (hilang tahun 1949)
- Kyai Kembar
- Eyang Bondan (dalam bentuk wayang)
- Eyang Bethik (dalam bentuk wayang)
- Eyang Jokotruno (dalam bentuk wayang)
- Kyai Panji (dalam bentuk wayang)
- Nyai Dukun (dalam bentuk wayang)
- Kamar 1 buah (mungkin maksudnya semacam ranjang)
- Kotak wayang kayu
- Terbang
- Dua Almari Pusaka
- Tempat Plandean Tumbak

 Bagi kita orang awam, dapat melihat langsung pusaka-pusaka itu di bulan Suro ketika diadakan Kirap Pusaka maupun Jamasan Pusaka.

Comments