Tentang Ki Ageng Ngaliman: Sebuah Penelusuran Dunia Maya


Salah satu dampak negatif dari internet adalah kelimpahan informasi. Kita begitu mudah memberikan dan mendapatkan informasi di dunia maya. Segalanya ada di sini, melimpah ruah. Masalah? yaph, dengan informasi yang entah berapa jumlahnya, kita tidak akan tahu pasti informasi mana yang dapat dipercayai. Yang kita tahu dari segala informasi itu adalah semua informasi itu salah atau hanya ada satu yang benar. Mana yang benar? Kita tidak tahu. . . .

Itu pula yang kami hadapi ketika kami hendak menyusun sebuah tulisan yang akurat tentang Ki Ageng Ngaliman. Langkah awal kami adalah memanfaatkan mesin pencari yang paling ampuh saat ini. Kami ketik "Ki Ageng Ngaliman" dan segala informasi kami dapati (bisa jadi itu pula yang teman-teman alami). Dari pada berspekulasi, kami memilih melakukan kompilasi. Kami catat dan kami tulis ulang berbagai versi tentang siapa "Ki Ageng Ngaliman" sebenarnya. Dan inilah hasil penelusuran kami. . .

Siapa Ki Ageng Ngaliman yang sebenarnya. . . . .

1. Ki Ageng Ngaliman adalah Keturunan Sunan Giri.
Informasi ini didapat dari http://www.nganjukonline.blogspot.com. Menurut situs online tersebut, beberapa keturunan Sunan Giri menyingkir ke daerah Ngliman setelah tidak sependapat terhadap penobatan Sultan Hadiwijaya sebagai Raja Pajang, penerus Kerajaan Demak. Mereka berpendapat bahwa Kerajaan Demak (ataupun kerajaan penerusnya) harus dipimpin oleh keturunan Demak. Di satu sisi, Hadiwijaya (bukan Demak asli) lah yang memberantas pemberontakan Arya Penangsang di Demak. Untuk menghidari perpecahan, mereka memilih mengasingkan diri di daerah yang kemudian dinamai Ngliman, sesuai dengan nama pemimpin mereka, Ki Ageng Ngaliman.

2. Ki Ageng Ngaliman adalah Kyai dan Ksatria dari Kasultanan Surakarta
versi lain yang dikemukaan di  http://www.nganjukonline.blogspot.com, beliau adalah seorang pejuang. Beliau menggembleng dan melatih prajutit untuk melawan Belanda.  Kala itu, Kasultanan Surakarta sedang dikendalikan oleh Belanda. Ki Ageng Ngaliman yang tidak setuju dengan hal itu, bersembunyi dan melakukan persiapan untuk melawan Belanda. Konon, penggemblengan dilakukan di Sedepok.

3. Ki Ageng Ngaliman adalah Gajah Mada
versi ini bisa jadi cukup kontroversial, bisa jadi juga ini adalah versi yang benar. Menurut  Drs. Harmadi, Seorang Budayawan senior Kota Nganjuk, dalam bukunya "Wewelar Ki Ageng Ngliman" dan "Misteri Mukso Mahapatih Gajah Mada" Ki Ageng Ngaliman tidak lain dan tidak bukan adalah Mahapatih Gajahmada. Dalam kedua buku itu dipaparkan kajian historis dan arkeologis yang mendasari pernyataan tersebut.

Bisa jadi masih banyak versi lain yang menjelaskan siapa sebenarnya Ki Ageng Ngaliman. . . . .
Drs. Harmadi dan Drs. SW Warsito, M.Si adalah kakak beradik yang sejak muda sangat tertariki dengan sejarah . Ketika ditemui dirumahnya Jl. Wilis Kelurahan Ganung Kidul, keduanya mengaku sejak dibangku SMA hingga diperguruan tinggi terus menerus secara intens memperhatikan buku buku sejarah. Bahkan, ketertarikannya untuk menulis di mass media semakin menggebu. Sehingga sejak itulah beberapa karya tulisnya sempat menghiasi penerbitan Jawa Timur, termasuk majalah kampusnya.
Begitu pula ketika keduanya menjadi pegawai negeri sipil di jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk, keduanya aktif mengisi terbitan tabloid dan majalah milik Pemkab Nganjuk, yaitu sejak adanya tabloid Transparan hingga Majalah Derap Anjuk Ladang.

Bahkan, ketika menjelang pensiun sekitar tahun 2007 keduanya semakin berkonsentrasi merampungkan karya tulisnya yang menguak misteri berupa wewaler Ki Ageng Ngliman. Buku itupun akhirnya terwujud dan sempat dilouncing tahun 2009 bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, yang ketika itu bersamaan dengan rangkaian kegiatan Hari Jadi Nganjuk ke 1072.
- See more at: http://www.moboskunks.blogspot.com/2010/03/siapa-sebenarnya-sosok-ki-ageng.html#sthash.d0J6oq0j.dpuf

Drs. Harmadi dan Drs. SW Warsito, M.Si adalah kakak beradik yang sejak muda sangat tertariki dengan sejarah . Ketika ditemui dirumahnya Jl. Wilis Kelurahan Ganung Kidul, keduanya mengaku sejak dibangku SMA hingga diperguruan tinggi terus menerus secara intens memperhatikan buku buku sejarah. Bahkan, ketertarikannya untuk menulis di mass media semakin menggebu. Sehingga sejak itulah beberapa karya tulisnya sempat menghiasi penerbitan Jawa Timur, termasuk majalah kampusnya.
Begitu pula ketika keduanya menjadi pegawai negeri sipil di jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk, keduanya aktif mengisi terbitan tabloid dan majalah milik Pemkab Nganjuk, yaitu sejak adanya tabloid Transparan hingga Majalah Derap Anjuk Ladang.

Bahkan, ketika menjelang pensiun sekitar tahun 2007 keduanya semakin berkonsentrasi merampungkan karya tulisnya yang menguak misteri berupa wewaler Ki Ageng Ngliman. Buku itupun akhirnya terwujud dan sempat dilouncing tahun 2009 bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, yang ketika itu bersamaan dengan rangkaian kegiatan Hari Jadi Nganjuk ke 1072.
- See more at: http://www.moboskunks.blogspot.com/2010/03/siapa-sebenarnya-sosok-ki-ageng.html#sthash.d0J6oq0j.dpuf

Comments

Popular posts from this blog

Pesona Gunung Wilis dan Jalur Pendakiannya

Situs Condrogeni: Sering Lewat, Tak Pernah Melihat

Menguak Sejarah Makam Desa Ngliman

Ki Ageng Ngaliman menurut Warga Ngliman