Mitos Sedudo Yang Masih Hidup

https://www.instagram.com/gocharniansya

Cah Nganjuk pasti uda kenal dong Air Terjun Sedudo. Karena air terjun yang satu ini emang populer banget di sana. Bukan saja karena keindahan alamnya, namun Air Terjun Sedudo juga memiliki sejumlah misteri dan mitos yang semakin menambah daya tarik tempat ini. Kepopuleran dan keindahan Air Terjun Sedudo mengantarkan wisata andalan kota Nganjuk ini Secara administrasi Air Terjun Sedudo masuk dalam wilayah Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Nganjuk. Kalau dari pusat kota Nganjuk, Air Terjun Sedudo berjarak sekitar 30 km ke arah selatan dan melewati Kecamatan Berbek dan Sawahan. Air Terjun Sedudo berada di lereng Gunung Wilis dan berada di ketinggian sekitar 1.438 meter dari permukaan laut dan dengan ketinggian mencapai 105 meter. Karena sudah cukup populer, fasilitas yang dimiliki Air Terjun Sedudo sudah cukup baik dengan jalur yang mudah diakses.

Sedudo pun mempunyai banyak cerita dibalik keberadaan nya dan beberapa mitos yang melatarbelakangi keberadaannya, ini beberapa mitos yang berkembang di masyarakat nganjuk mengenai air terjun sedudo:

1.     Pada zaman Kerajaan Majapahit di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk, kawasan Air Terjun Sedudo konon sering digunakan oleh Mahapatih Gajahmada untuk menggelar latihan militer bagi prajurit kerajaan, khususnya pasukan elite mereka yang bernama Bhayangkara.
2.     Konon, siapapun yang mandi di kolam yang berada tepat di bawah air terjun bisa mendapatkan berkah keselamatan, awet muda, disembuhkan dari sakit yang dideritanya.
3.     Sejak dahulu, kawasan Sedudo sering didatangi oleh pejabat tinggi dan tokoh politik lokal maupun nasional. Khususnya bagi mereka yang meyakini bahwa Air Terjun Sedudo membawa berkah untuk kenaikan pangkat dan jenjang karir.
4.     Lokasi air terjun pada zaman Kerajaan Majapahit dikabarkan sering digunakan untuk mencuci senjata milik raja dan patung dalam upacara Prana Prasthista.
5.     Pada zaman kerajaan Islam, Sedudo dikenal sebagai kawasan pertapaan Ki Ageng Ngaliman, seorang penyebar agama Islam di wilayah Nganjuk. Dalam perkembangannya, setiap bulan Suro selalu diadakan ritual mandi Sedudo atau siraman Sedudo yang diawali prosesi tarian oleh enam penari berambut panjang yang masih perawan alias dalam keadaan suci.
6.     Sebagian orang masih percaya, bahwa Air Terjun Sedudo memiliki pantangan bagi pasangan kekasih. Konon jika membawa pasangan ke lokasi ini maka hubungannya tidak akan awet alias gagal di tengah jalan.

7.     Siapapun tidak boleh melakukan hal-hal buruk selama berada di kawasan Sedudo. Contohnya, tidak boleh berbuat mesum, membuang sampah di kolam dan aliran Sedudo, hingga dilarang  memakai sabun atau sampo saat mandi. Larangan itu jika diabaikan dipercayai akan menimbulkan kesialan bagi yang bersangkutan. (.pey)



Comments