Posts

Showing posts with the label Ngliman

Dibalik Mitos Air Terjun Sedudo Nganjuk

Image
Para pengunjung yang berebut untuk mandi percaya bahwa air dari Air terjun Sedudo memiliki berbagai khasiat magis. Kepercayaan mengenai khasiat air Sedudo tidak lepas dari sejarah/mitos terjadinya Sedudo. Ada beberapa versi mengenai mitos tersebut. Berikut uraiannya :
Versi I : Terjadinya Air Terjun Sedudo berkaitan dengan mitos Sanak Pogalan.
Sanak Pogalan adalah petani tebu yang harus menelan kecewa dari penguasa. Dia pun bertapa disekitar sumber Air Terjun Sedudo lereng Gunung Wilis dan berupaya membuat sumber air yang besar untuk menenggelamkan Nganjuk. Note : konon ini juga merupakan salah 1 versi dari cerita tentang Sanak Pogalan.
Versi II : Di era Kerajaan Kadiri, seorang Resi bernama Curigonoto bermaksud menjadikan kawasan Sedudo sebagai hutan rempah. Kemudian ia pun memohon pada penguasa Kadiri untuk mengirimkan benih rempah kepadanya. Permohonannya pun dikabulkan, namun saat dikirimkan secara tiba-tiba bibit tersebut tumpah disekitar sumber Air Terjun Sedudo. Kemudian tanaman …

Nikmati Indahnya "Kota Angin" Jawa Timur

Image
Kota angin, itulah sebutan yang selalu disematkan pada kabupaten Nganjuk. Nganjuk merupakan salah satu kabupaten yang ada di daerah Jawa Timur. Wilayahnya berada di dataran rendah, membuat daerah ini memiliki struktur tanah yang subur sehingga cocok untuk bertanam.

Tenar dengan sebutan kota angina dikarenakan daerah ini diapit oleh Gunung Wilis dan pegunungan Kendeng, yang menyebabkan hembusan angin cukup kuat.

Usut punya usut, Nganjuk ternyata memiliki daya tarik wisata bagi para traveler yang masi bingung dengan destinasi yang akan di tuju. Tak hanya alam yang memiliki daya tarik, Nganjuk pun memiliki sejarah dan juga kuliner yang mantap. Mari kita lirik beberapa wisata di Kota Angin ini

1. Indahnya Air terjun merambat di Roro Kuning

Anggunnya air terjun Rorokuning via tatikmentik.blogspot.com
Tempat ini merupakan salah satu tujuan wisata bagi warga sekitar. Fasilitas yang tersedia pun sudah diperbaiki terus menerus. Mulai dari outbound hingga kolam renang.

2. Megahnya Air terjun Sedu…

Pesona Gunung Wilis dan Jalur Pendakiannya

Image
Sumber : http://www.eastjava.com Jalur Pendakian Gunung Wilis & Jalur Pendakiannya Gunung Wilis adalah sebuah gunung non-aktif yang terletak di Pulau Jawa, Provinsi Jawa Timur,Indonesia. Tepatnya di antara kabupaten Nganjuk, Kediri, Tulungagung, Madiun, Ponorogo dan Trenggalek. Gunung Wilis memiliki ketinggian 2.169 meter diatas permukaan laut (mdpl), serta puncaknya berada di perbatasan antara enam kabupaten yaitu Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, dan Trenggalek. Obyek wisata Gunung Wilis yang paling banyak adalah air terjun yang tersembunyi, Ada sebagian telah di kelola dan masih banyak yang masih alami dan belum terjamah tangan manusia. Beberapa tempat pariwisata yang kini mulai dikembangkan dan mulai dikenal masyarakat sekitar di Kediri adalah Air Terjun Ironggolo, Air Terjun Dholo yang terletak di Desa Besuki, Kecamatan Jugo, Kediri. Dan juga Gereja Batu Puhsarang yang terletak di Kecamatan Semen, Kediri. Air Terjun Ironggolo dan Dholo yang terletak di Desa Bes…

Mitos Awet Muda dan Ritual Mandi Massal di Air Terjun Sedudo

Image
Ratusan warga dari berbagai daerah melakukan aksi mandi massal dari Senin tengah malam hingga Selasa dini hari di Air Terjun Sedudo, Nganjuk, Jawa Timur. Mereka rela menggigil kedinginan lantaran meyakini ritual itu bisa membuat awet muda. Bahkan seorang anak yang ikut ritual itu sempat pingsan akibat tak kuat menahan dingin.
Informasi yang dihimpun Liputan 6 SCTV, Selasa (5/11/2013), ratusan warga itu mulai berdatangan dari berbagai daerah di Jawa Timur menuju Air Terjun Sedudo di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur menjelang malam.
Mereka sengaja datang untuk menunggu pergantian Tahun Baru Jawa, di sekitar Air Terjun Sedudo. Tepat pukul 00.00 dini hari, ratusan warga menuju bawah air terjun untuk melakukan tradisi mandi secara massal tepat di bawah air terjun.
Kendati demikian, aktivitas mandi di bawah Air Terjun Sedudo ini terus berlangsung lancar hingga pukul 03.00 WIB.
Dalam ritual itu, warga juga menyempatkan diri untuk mengambil air dari Air Terjun Se…

Bedhaya Amek Tirta: Tarian Sakral Ritual Siraman Sedudo

Image
Selasa, 13 Oktober 2015 yang lalu, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, di Air Terjun Sedudo diselenggarakan ritual Siraman Sedudo. Bagi yang datang langsung ke TKP, dan sempat melihat, terdapat para penari yang menampilan sebuah tarian sakral. , Bedhaya Amek Tirta adalah tarian yang ditarikan ketika

[PICTURE] Watu Ulo antara Mirip, Mitos, atau Nyata Adanya

Image
Beginilah penampakan Watu Ulo yang sempat dibahas di tulisan sebelumnya. Apakah semua hanya mirip? cuma mitos? atau justru nyata adanya?
Kami menampilkannya apa adanya, anda yan

[UPDATE] Sedudo Longsor, Benar atau Tidak

Image
Beberapa hari ini Air Terjun Sedudo memang dipadati pengunjung dari berbagai kota. Di tengah ramainya pengunjung, tersiar kabar tentang longsornya Air Terjun Sedudo. Bahkan, hingga memakan korban jiwa. Kabarnya Batu sebesar mobil jatuh lokasi pemandian.




Tim Ngliman.com berusaha mengonfirmasi kabar tersebut dengan datang langsung ke TKP. Tim yang datang melaporkan, di sana tidak ditemukan batu yang konon segede mobil. Justru, sebatang pohon yg berukuran tidak terlalu besar teronggok di lokasi pemandian. Kemungkinan

Lebaran di Ngliman yang Berbeda Tanggal

Image
Perbedaan memang sering terjadi, ini bukanlah masalah. Justru beda adalah unik dan menarik. Yang menarik adalah apa bedanya dan mengapa berbeda.

Sebagaimana yang kita ketahui, penentuan lebaran oleh pemerintah dilakukan dengan mekanisme sidang isbat yang dihadiri berbagai elemen masyarakat. Hasilnya menjadi patokan pemerintah dalam menentukan Hari Raya Idul Fitri. Beda patokan, beda pula penentuan hari lebaran itu. Makanya, sering kali kita alami, perayaan lebaran yang berbeda hari. Bukanlah sebuah masalah ketika kita bisa saling menghargai, saling menghormati perbedaan tersebut.

Ngliman, sebagai sebuah desa yang kental dengan budaya warisan leluhurnya, juga punya cara yang sedikit berbeda dalam penentuan lebaran. Bukan dengan kalender masehi atau pun kalender hijriah, sesepuh Desa Ngliman menentukan hari lebaran dengan kalender ABOGE (Alif Rebo Wage). Memang tidak selamanya, lebaran yang ditetapkan pemerintah berbeda dengan lebaran di Ngliman. Tapi, untuk tahun ini, warga Ngliman ba…

Situs Condrogeni: Sering Lewat, Tak Pernah Melihat

Image
Mencari informasi tentang Situs Condrogeni memang membutuhkan upaya yang lebih. Mbah Google yang biasanya menjadi rujukan utama segala kekurangan informasi pun tak banyak memberikan referensi. 
Nama Condrogeni banyak dikaitkan dengan seorang patih dari Kerajaan Ngatas Angin, Raden Bagus Condrogeni. Kerajaan Ngatas Angin sendiri dipimpin oleh Raden Condromowo yang kemudian bergelar Raden Ngabei Selopurwoto. Raden Condromowo adalah Paman dari Raja Majapahit, Hayam Wuruk. Konon, Hayam Wuruk memerintahkan Raden Condromowo untuk membangun sebuah Candi yang sekarang kita kenal dengan Candi Ngetos. Situs Condrogeni sendiri dipercaya sebagai penanda wilayah kepatihan Raden Bagus Condrogeni. Letaknya sekitar 15 km dari Candi Ngetos.
 Situs Condrogeni terbagi menjadi dua bagian, satu berada di bawah, sedangkan satunya lagi berada di atas. Arca – arca di Situs Condrogeni sangat unik dengan bentuk yang mengarah ke arca Megalitik. Arca – arca Condrogeni kemungkinan peninggalan masa Kerajaan M…

Obong: Beginilah Warga Ngliman Menghargai Leluhurnya

Image
Adicara Sungkeman sudah cukup dikenal banyak orang. Adegan ini merupakan adegan yang biasanya mengharukan dan sakral. Selain sebagai bentuk penghormatan sungkeman adalah prosesi yang sakral dimana mempelai pengantin lelaki dan perempuan meminta ijin dan restu kepada orang tua untuk menikah. Sungkeman juga dapat dideskripsikan sebagai sebauh cara seorang anak memohon maaf kepada orang tuanya. Di desa kami, Desa Ngliman, ada suatu ritual yang namanya sama, prosesinya beda. Adicara Sungkeman di Desa Ngliman bukan ketika acara pernikahan, melainkan ketika lebaran.

Adicara Sungkeman adalah sebuah upacara penghormatan kepada leluhur. Seperti diketahui, sejarah Ngliman erat hubungannya dengan Mbak Ngaliman. Beliau dipercaya sebagai leluhur dari warga Ngliman. Atas sejarah itu, setiap Hari Raya Idul Fitri, di Desa Ngliman diadakan ritual Adicara Sungkeman yang lebih dikenal dengan sebutan "Obong". Obong dilakukan di pagi hari, bahkan sebelum warga ber-sungkeman dengan keluarga.

Tah…

TUNGGAL ROGO MANDIRI: Wilayah Selingkar Gunung Wilis

Image
Sebagai warga sekitar Gunung Wilis, saya tidak banyak tahu tentang TUNGGAL ROGO MANDIRI, setelah cari-cari info, saya ingin bagikan informasi tentang TUNGGAL ROGO MANDIRI yang saya kompilasi dari berbagai sumber.

Apa itu TUNGGAL ROGO MANDIRI?

Untuk mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki, maka Gunung Wilis akan dikelola oleh enam daerah yang yang terletak disekitarnya. Enam daerah tersebut yakni Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Nganjuk, Kediri, dan Madiun.Pelaksaan kerjasama tersebut diresmikan melalui penandatanganan naskah Kerjasama Antar Daerah di Selingkar Gunung Wilis” TUNGGAL ROGO MANDIRI” yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Trenggalek, 11 Juni 2014, tahun lalu.

Kerjasama TUNGGAL ROGO MANDIRI merupakan kerjasama antara 6 Kabupaten (Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk, dan Kediri) yang posisinya berada di selingkar Gunung Wilis ;
Berdasarkan Kesepakatan Kerjasama yang ditandatanganitanggal 11 Juni 2014 di Kabupaten Trenggalek;Secara Admini…

10 langkah mengolah Sari Mawar ala Mbak Lina

Image
Sebagai kawasan menengah ke atas (dataran tinggi), Desa Ngliman bersuhu cukup dingin dengan kontur tanah yang menggunung-gunung. Daerah semacam itu ternyata merupakan habitat yang cocok bagi tanaman bunga-bungaan, terutama bunga mawar. Maka, sudah belasan tahun, warga desa ngliman menjadikan Bunga mawar sebagai komoditi unggulan. Selain wangi, berduri, ternyata mawar juga mampu menjadi penggerak ekonomi.

Selama ini, mawar dari Ngliman didistribusikan ke sejumlah pasar kembang di daerah jawa timur dan jawa tengah sebagai mawar tabur, ziarah kubur. Berbekal pengamatannya, Sri Kalinawati, atau yang biasa dipanggil Mbak Lina, yakin akan potensi olahan mawar. Selain unik, Sari Mawar merupakan produk yang belum dihasilkan oleh daerah lain. Mulailah Mbak Lina meramu formula, mencari cara mengolah mawar menjadi layak konsumsi. Ibarat kata, kalau minyak saja bisa diminum, mawar pun juga pasti bisa. Akhirnya, jadilah Sari Mawar yang bakal jadi produk andalan Ngliman ini.

Pada tulisan ini, Mbak…