Showing posts with label air terjun. Show all posts

Sunday, August 28, 2016

7 Tempat Wisata yang Sedang Hits di Nganjuk

  No comments
3:45:00 PM

Nganjuk merupakan kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Terkenal dengan julukan kota angin, tempat ini sangat potensial untuk dijadikan tempat bercocok tanam. Kota angina ini cukup menyimpan wisata yang bakal memanjakan matamu dikala weekend atau bahkan hari libur lainnya. Intip yuk, beberapa contoh wisata yang bisa di jadiin tempat berlibur di bawah ini :


1. Indahnya Air Terjun Singokromo

Memiliki ketinggian kurang lebih 20 meter dengan suasana yang cukup sejuk dan tentunya bisa dijadikan tempat liburang yang menyenangkan. Air Terjun Singokromo berada di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan. Air terjun yang satu ini termasuk yang belum dikelola oleh pemerintah untuk tempat wisata. Alsan ini membuat jalan menuju lokasi menjadi agak sulit. Untuk mencapai lokasi air terjun ini para traveler hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua. Setelah itu harus jalan kaki sekitar 500 meter atau ditempuh dalam waktu 15 menit.
2. Tak Puas di Air Terjun Singokromo, Belok Aja Ke Sendang Putri Wilis

Hati-hati dengan Sendang Putri Wilis, anda bakalan terpesona dengan alam yang ada disana. Suasana yang khas lereng gunung, membuat para traveler bisa menikmati alaminya air di sini. Lokasi air terjun ini juga sama dengan lokasi air Terjun Singokromo. Untuk menikmati keindahan di sini anda cukup mengeluarkan kocek sebesar 5000 rupiah.
3. Main-main di Grojogan Sumbermiri Yuk

Grojogan Sumbermiri terletak di Desa Sumbermiri, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Tempat ini ini masih jarang didatangi oleh orang-orang. Dengan alasan itulah maka sudah sewajarnya tempat ini cukup dijadikan tempat para traveler untuk menyepi dari keramaian. Cukup dengan harga 5000 rupiah anda sudah bisa menkmati dan bahkan memarkirkan kendaraab anda. Jangan lupa bawa bekal sendiri, karena tempat ini belum memiliki warung
4. Waktunya Belok Ke Air Terjun Sumbermanik Aja.

Lokasinya berada di Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, Nganjuk. Jalan ke tempat ini bisa dibilang masih sulit tapi para traveler bisa mengandalkan warga daerah sini untuk menemani perjalanan anda menuju lokasi air terjun. Dari Desa Blongko, para traveler akan melewati akses yang cukup terjal dan berbatu, jadi harus hati-hati ya. Jangan kuatir travelers, semua capek mu alam terbayar lunas ketika sudah berada di air terjun setinggi 35 meter ini. Pasti seger dah.
5. Berfoto Ria di Bukit Batu Ngroto 

Lokasinya berada di Dukuh Ngroto, Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Tempat ini bisa dibilang sedang hangat dibicarakan para muda mudi nganjuk. Lokasi bukit ini tidak jauh dari jalan raya Sedudo-Sawahan. Tempat ini memperlihatkan panorama khas lereng Gunung Wilis yang menyejukkan mata. Untuk mencapai tempat ini, dari Kota Nganjuk arahkan kendaraan para travelers ke Sawahan Ngroto. Lewat ini anda bisa mengandalkan warga sekitar, pasti diantarkan dah
6. Rame-rame di Taman Pandan Wilis

Taman ini baru resmi dibuka pada tahun 2015 lalu. Namanya sendiri diambil dari Pegunungan Wilis yang merupakan pesona kota Angin saat ini. Taman Wilis berada di Kelurahan Werungotok, Kecamatan Nganjuk Kota, Kabupaten Nganjuk. Taman ini menjadi pilihan bagi warga sekitar bahkan muda-mudi yang ada disekitar tempat ini.

7. Pura Kerta Bhuwana

Tahukah anda dengan Pura Kerta Bhuwana ini? Usut punya usut Pura ini adalah Pura yang paling tua di Pulau Jawa. Lokasinya yang berada di lereng Gunung Wilis, membuat tempat ini cocok untuk beristirahat sejenak merasakan kesejukan yang ada. Kemolekan Pura ini pun bisa di jadikan lahan untuk mempercantik foto-foto di instagram loh.
Nah itulah ke tujuh tempat yang bakalan memanjkan mata kalian saat berada di Kota Nganjuk. Jangan lupa dating ya guys, dan jangan pernah merusak destinasi yang indah ini.

Sumber : http://ngadem.com/tempat-wisata-ini-lagi-hits-banget-di-nganjuk/

Read More

Thursday, July 30, 2015

[UPDATE] Sedudo Longsor, Benar atau Tidak

  1 comment
12:33:00 PM


 
Beberapa hari ini Air Terjun Sedudo memang dipadati pengunjung dari berbagai kota. Di tengah ramainya pengunjung, tersiar kabar tentang longsornya Air Terjun Sedudo. Bahkan, hingga memakan korban jiwa. Kabarnya Batu sebesar mobil jatuh lokasi pemandian.




Tim Ngliman.com berusaha mengonfirmasi kabar tersebut dengan datang langsung ke TKP. Tim yang datang melaporkan, di sana tidak ditemukan batu yang konon segede mobil. Justru, sebatang pohon yg berukuran tidak terlalu besar teronggok di lokasi pemandian. Kemungkinan

Read More

Friday, July 3, 2015

Situs Condrogeni: Sering Lewat, Tak Pernah Melihat

  No comments
7:48:00 AM


Mencari informasi tentang Situs Condrogeni memang membutuhkan upaya yang lebih. Mbah Google yang biasanya menjadi rujukan utama segala kekurangan informasi pun tak banyak memberikan referensi. 

Nama Condrogeni banyak dikaitkan dengan seorang patih dari Kerajaan Ngatas Angin, Raden Bagus Condrogeni. Kerajaan Ngatas Angin sendiri dipimpin oleh Raden Condromowo yang kemudian bergelar Raden Ngabei Selopurwoto. Raden Condromowo adalah Paman dari Raja Majapahit, Hayam Wuruk. Konon, Hayam Wuruk memerintahkan Raden Condromowo untuk membangun sebuah Candi yang sekarang kita kenal dengan Candi Ngetos. Situs Condrogeni sendiri dipercaya sebagai penanda wilayah kepatihan Raden Bagus Condrogeni. Letaknya sekitar 15 km dari Candi Ngetos.

 Situs Condrogeni terbagi menjadi dua bagian, satu berada di bawah, sedangkan satunya lagi berada di atas. Arca – arca di Situs Condrogeni sangat unik dengan bentuk yang mengarah ke arca Megalitik. Arca – arca Condrogeni kemungkinan peninggalan masa Kerajaan Majapahit akhir. Selain arca, dulu di Situs ini terdapat talud (talud bisa diartikan sebuah pasangan batu belah yang berfungsi sebagai penahan tanah agar tidak longsor), tapi sekarang sepertinya tertutup tanah dan tanaman sehingga tak kelihatan lagi. Selain itu, dulu juga terdapat banyak arca disini, entah sekarang musnah kemana semua arca itu.
Situs Condrogeni bagian bawah terdiri dari satu arca dwarapala, dua buah menhir atau tugu batu dan sebuah batu yang bentuknya menyerupai stupa. Arca dwarapala dibawah sini memiliki bentuk gemuk, mulut menyeringai dengan gigi taringnya yang tajam, rambut gimbal nan panjang, dan hidung yang besar. Tangan kanannya memegang pedang polos tanpa ukiran, memakai kalung, gelang serta anting – anting dikedua telinganya. Arca disini dalam posisi jongkok dan memakai kain untuk menutupi daerah kemaluannya (seperti yang dipakai para pesumo).

Di Situs Condrogeni bagian atas terdapat sekitar dua buah umpak, sebuah menhir dan sebuah arca dwarapala. Arca dwarapala disini lebih ramping dan tinggi dari arca yang ada dibawah. Arca tersebut memegang pedang berukir yang patah, memakai kain penutup kemaluan, memakai kalung dan memiliki payudara (arca perempuan ?). Bagian mata dan hidung arca melesak ke dalam dan tangan kanannya putus.Adanya umpak disini, kemungkinan pernah ada suatu bangunan pendopo. Dengan adanya arca dwarapala di atas dan dibawah, kemungkinan Situs ini merupakan suatu bangunan punden berundak seperti Candi Sukuh maupun Candi Ceto.
Situs Condrogeni, suatu Situs yang tak pernah disangka, berada dibalik hiruk pikuknya wisata Air Terjun Sedudo. Suatu Situs peninggalan purbakala yang layak dijaga dan dilestarikan. Suatu Situs peninggalan purbakala yang bertahan selama ribuan tahun dalam selimut kabut Gunung Wilis yang suci.

Dan ternyata kita hanya sering lewat, tanpa pernah melihat situsnya. Bagi yang sudah mondar-mandri ke Air Terjun Sedudo, tentu sekilas pernah melihat plang "Situs Condrogeni" letaknya sekitar 2 km sebelum Air Terjun Sedudo. Menyempatkan mampir ke sana adalah keputusan yang tepat. Walaupun memang, jalan menuju ke sana tidak dapat dijangkau dengan kendaraan bermotor, kita harus berjalan kaki melewati jalan setapak selama 30 menit. 

Situs ini memang jarang dikunjungi, sehingga wajar jika kita tidak menemui jejak-jejak vandalisme di sini. Tidak ada coretan aku cinta kau, atau saya was here. Justru, yang sering berkunjung adalah penikmat wisata mistis atau para pegiat meditasi (pertapaan). Hal itu menambah nuansa magis sekaligus mistis ketika berkunjung ke sana. Bahkan menurut warga, di hari-hari tertentu sering terdengar suara gamelan dari sekitar area situs Condrogeni. Padahal ketika bunyi-bunyian gamelan terdengar, di sekitar lokasi tidak ada orang satupun. hiiiiiiiiiiii

Sumber:
1. http://gratishostingdi.blogspot.com/2013/05/situs-condrogeni.html
2. http://www.mlancong.com/detail/artikel/jalan-setapak-menuju-situs-condrogeni.html
3. http://www.garudamukha.com/?prm=galeri&norec=40







Read More

Monday, June 29, 2015

Air Terjun Watu Lumbung dan Tetes Embun, Pesona di Antara Belantara

  1 comment
12:50:00 PM

 Bulan ini, Gunung Wilis kembali membuka tabirnya. Sebagaimana diketahui, lereng Gunung Wilis banyak menyembunyikan keindahan alam, terutama panorama air terjun. Selain Air Terjun Sedudo dan Air Terjun Singokromo yang sudah ramai dikunjungi wisatawan, setidaknya ada 10 Air Terjun lain yang masih jarang terjamah. Jumlah itu dipastikan bertambah setelah dua Air-Terjun-baru ditemukan oleh warga Desa Bendolo, Kecamatan Sawahan, yakni Air Terjun Watu Lumbung dan Air Terjun Tetes Embun.

Penemuan dua air terjun ini direspon positif oleh warga. Sebagai mana dikutip di laman www.adakitanews.com, Kepala Desa Bendolo, Salim, mengatakan, jarak kedua air terjun dari permukiman warga di Desa Bendolo, sejauh 6 kilometer. Untuk bisa ke lokasi tersebut, harus masuk ke kawasan hutan yang hanya bisa ditempuh jalan kaki atau hanya dengan menggunakan kendaraan roda dua dikarenakan medan yang sulit, licin, dan sempit.

“Untuk sementara, jalur menuju kedua lokasi air terjun memang masih tergolong berat. Oleh karena itu, warga dengan semangat yang tinggi berusaha membuka akses jalan menuju kawasan tersebut sejak sebulan ini,” jelasnya.

Berita ini juga dimuat di laman sindonews.com, sebagaimana dituturkan MNC Media yang meliput langsung ke lokasi. Warga terlihat bersemangat, bahu membahu, menyiapkan jalan setapak untuk akses menuju ke dua air terjun itu. Warga berharap dua air terjun itu menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke desa mereka, Desa Bendolo.

Pesona air terjun setinggi 50 meter ini memang menakjubkan. Berada di tengah hutan belantara yang masih perawan air terjun ini menawarkan keasrian. Dinamakan Watu Lumbung karena di atas air terjun, konon, terdapat sebuah batu besar yang mirip dengan lumbung padi.

Sedang untuk air terjun yang satu lagi, aksesnya masih sangat terbatas dan cenderung berbahaya. Untuk menuju kesana, kita harus melewati tebing curam yang di bagian bawahnya terdapat jurang yang menganga. Selain lebih tinggi, sekitar 75 meter, Air Terjun Tetes Embun menawarkan kewajiban alam yang sangat luar biasa. Bayangkan, tetesan hujan yang terus menerus dari atas rerimbunan hutan meski sedang kemarau sekalipun. Fenomena inilah yang mendasari penamaan Air Terjun Tetes Embun.

Melihat banyaknya air terjun yang sudah ditemukan di lereng Gunung Wilis ini, tidak mustahil ke depan akan ditemukan kembali air terjun yang lain. Dengan jumlah air terjun yang bertambah, juga memungkinkan pengembangan kawasan Lereng Gunung Wilis menjadi kawasan surganya pencinta air terjun Indonesia, bahkan di dunia. Seperti juga diungkapkan oleh Kepala Desa Bendolo bahwa warga berharap komitmen pemerintah untuk membantu mengangkat potensi Air Terjun Watu Lumbung dan Air Terjun Tetes Embun menjadi wisata andalan Kabupaten Nganjuk.







sumber:
1. http://daerah.sindonews.com/read/1012598/23/warga-nganjuk-temukan-dua-air-terjun-baru-1434323893
2. http://www.adakitanews.com/dua-air-terjun-perawan-di-lereng-gunung-wilis/
3. gambar: instagram @explorenganjuk

Read More

Sunday, February 15, 2015

Ikon Baru Air Terjun Sedudo

  No comments
8:08:00 AM


Jika kamu perhatikan, sekarang ini sedang marak yang namanya ikon berupa tulisan. ituh, yang kayak Hollywood. Dimana-mana, berlomba-lomba. Mulai dari taman (misalnya taman bungkul), pantai (kayak di Pantai Losari),stadiun (ada di Emirates Stadium), di air terjun juga ada. Gak percaya? Mampir lah ke sini, Air Terjun Sedudo.

Kalo kamu merasa udah pernah ke Sedudo, tapi belum tau yang satu ini, segeralah ke sana. Sekarang di sana sudah terpampang dengan megahnya tulisan S.E.D.U.D.O. Tentunya, Tulisan itu menjadi daya tarik baru untuk ber-selfie ria. . .

Inilah 5 tips bagi kamu yang ingin ber-selfie ria di sana. . .
1. Datanglah di awal hari karena cahaya matahari di pagi hari adalah cahaya yang baik untuk fotografi.
2.Kalau kamu bangun kesiangan dan tetap ingin ber-selfie di sana, datang lah di sore hari karena cahaya matahari di sore hari juga cahaya yang baik untuk fotografi.
3. Kalau kamu datang sendiri, beranikan dirimu untuk meminta tolong kepada siapa saja yang lewat. Ingat, siapa saja, Sedudo membuat siapa saja ramah karena kedinginan.
4. Kalau ternyata kamu tidak sendiri dan semua orang datang di pagi/sore hari sehingga di sana rame sekali, berbaikhatilah menawarkan diri untuk menjadi tukang foto mereka, selanjutnya beranikan diri untuk minta pamrih, menjadi objek foto mereka.
5. Yang paling penting dan mendasar dari foto selfie adalah membagikannya ke sebanyak mungkin orang. Baik melaui social media atau media lainnya. Jangan lupa, ketika kamu melakukannya, gunakan #sedudo dan #ngliman.com

salam jumpa di sana . . . .

Read More

Thursday, February 5, 2015

Air Terjun Sedudo Nganjuk Versi Masa Depan

  No comments
1:41:00 PM


Ada yang familiar dengan gambar di atas? Kamu benar, gambar itu adalah Air Terjun Sedudo. Beda ya? Sebenarnya bukan beda. Ijinkan kami menjelaskannya. . .

Jadi gini, teman kami, Festyagusti Hardikasari beberapa tahun yang lalu berlibur ke masa depan. Nah, pas balik ke masa kini, dibawalah gambar-gambar Sedudo dari masa depan sebagai oleh-oleh untuk kita semua. Baiknya. . .
 Taraaaaaaa. . . . .
Seperti inilah wujudnya .. . .
-Air Terjun Sedudo Versi Masa Depan-

Read More