Showing posts with label bukit watu lawang. Show all posts

Monday, November 14, 2016

Dibalik Mitos Air Terjun Sedudo Nganjuk

  No comments
4:28:00 PM


http://www.maringetrip.com/2016/04/bukit-watu-lawang-nganjuk.html
Para pengunjung yang berebut untuk mandi percaya bahwa air dari Air terjun Sedudo memiliki berbagai khasiat magis. Kepercayaan mengenai khasiat air Sedudo tidak lepas dari sejarah/mitos terjadinya Sedudo. Ada beberapa versi mengenai mitos tersebut. Berikut uraiannya :
Versi I : Terjadinya Air Terjun Sedudo berkaitan dengan mitos Sanak Pogalan.
Sanak Pogalan adalah petani tebu yang harus menelan kecewa dari penguasa. Dia pun bertapa disekitar sumber Air Terjun Sedudo lereng Gunung Wilis dan berupaya membuat sumber air yang besar untuk menenggelamkan Nganjuk. Note : konon ini juga merupakan salah 1 versi dari cerita tentang Sanak Pogalan.
Versi II : Di era Kerajaan Kadiri, seorang Resi bernama Curigonoto bermaksud menjadikan kawasan Sedudo sebagai hutan rempah. Kemudian ia pun memohon pada penguasa Kadiri untuk mengirimkan benih rempah kepadanya. Permohonannya pun dikabulkan, namun saat dikirimkan secara tiba-tiba bibit tersebut tumpah disekitar sumber Air Terjun Sedudo. Kemudian tanaman rempah pun tumbuh subur di sekitar sumber. Karena mitos-mitos itulah banyak pengunjung yang meyakini khasiat dari Air Terjun Sedudo. Prosesi mandi air di Sedudo ini dipercaya sudah berlangsung turun-temurun sejak jaman Kerajaan Majapahit, namun baru sekitar tahun 1987 prosesi ini dikemas sebagai kalender budaya dan berlangsung hingga sekarang. Dibalik Mitos Air Terjun Sedudo, Desa Ngliman terkenal kaya akan rempah-rempah, hal ini bisa dilihat dari jalan menuju Air Terjun Sedudo, banyak dijumpai pohon cengkeh yang berkualitas tinggi. Jika kita mendengar wisata air terjun Sedudo yang terletak di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan ini, akan selalu muncul dibenak kita jika air terjun ini mempunyai banyak khasiat, salah satunya adalah menjadi obat awet muda. Hal ini banyak diyakini masyarakat sekitar, juga masyarakat diluar Nganjuk. Terbukti jika wisata air terjun ini tak pernah sepi dari pengunjung. Baik yang hanya sekedar ingin menikmati pemandangannnya yang indah, atau memang sengaja ingin membuktikan mitos yang banyak berkembang itu. Namun tak banyak yang tahu apa yang menyebabkan air terjun yang berada di Kab Nganjuk bagian selatan itu mempunyai mitos seperti ini. Kalangan sejarah menilai, mitos ini berdasar atas sejarah terbentuknya air terjun itu dan kajian ilmiah. Harimintadji, salah satu tokoh sejarah di Nganjuk mengungkapkan ada sejarah dan perkiraan secara ilmiah tentang mitos itu. Dari tinjauan sejarah, saat itu air terjun Sedudo dibuat oleh salah satu tokoh warga sekitar bernama Sanak Pogalan. Ia merupakan petani tebu yang harus menelan kecewa dari peenguasa jaman itu. Karena kekecewaannya inilah, ia kemudian menjadi pertapa disekitar sumber air terjun Sedudo. Dalam pertapaannya, ia berniat untuk menenggelamkan Kota Nganjuk dengan membuat sumber air yang sangat besar. "Dia bersumpah untuk menggelamkan desanya itu. Dan dibuatlah sumber air yang sangat besar", tuturHarmintadji, yang pernah menjabat sebagai Wedoro Kabupaten Nganjuk itu. Karena kesucian Sanak Pogalan inilah, sebagian warga meyakini jika sumber air terjun Sedudo, mengandung beberapa khasiat, salah satunya menjadi obat awet muda. "Menurut sejarahnya sih begitu," tambah Harmintadji. Selain tentang sejarah, ia juga menduga jika secara ilmiah khasiat obat awet muda dari air terjun Sedudo ini bisa diraba. Menurutnya, versi lain dari terjadinya Air Terjun Sedudo, pada jaman kerajaan dulu, ada tokoh bernama Resi Curigonoto yang sengaja mengasingkan diri di atas lokasi air terjun. Dalam pengasingannya itu, Resi Curigonoto berniat untuk menjadikan hutan itu sebagai kebun rempah-rempah. Karena menganggap jika tanah hutan, bisa menjadi media yang sangat bagus untuk mengembangkan rempah-rempah yang saat itu menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Resi Curigonoto lantas meminta Raja Kerajaan Kadiri untuk mengirim rempah-rempah ke tempat pengasingannya itu. Namun, tak begitu jauh dari tujuannya, tiba- tiba gerobak-gerobak yang mengangkut rempah-rempah itu terguling diantara sumber air terjun Sedudo. "Lalu rempah-rempah ini tumbuh subur hingga memenuhi hutan yang menjadi tempat sumber air terjun Sedudo",tambahnya. Sehingga, lanjut pria yang menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sejak tahun 1964 itu, air yang mengalir keair terjun Sedudo banyak mengandung rempah-rempah itu. "Secara otomatis, rempah- rempah ini mampu menjadi obat yang multi khasiat, salah satunya adalah membuat wajah tampak bersih. Sehingga kelihatan awet muda",katanya. Mitos ini juga dijunjung tinggi oleh Pemkab Nganjuk sendiri. Buktinya, setiap bulan Syuro, Pemkab Nganjuk menggelar ritual "Siraman". Dimana akan banyak masyarakat Nganjuk yang mandi bersama di lokasi wisata air terjun ini. "Memang budaya siraman ini menjadi agenda tahunan Pemkab Nganjuk. Selain untuk menarik wisatawan, juga untuk melestarikan budaya yang sudah ada ratusan tahun silam, obyek wisata alam dan mempunyai daya tarik wisatawan dari luar daerah.

Selamat Berlibur di Nganjuk Kidul Sawahan

Read More