Showing posts with label candi ngetos. Show all posts

Friday, July 15, 2016

Nikmati Indahnya "Kota Angin" Jawa Timur

  No comments
12:46:00 AM

Kota angin, itulah sebutan yang selalu disematkan pada kabupaten Nganjuk. Nganjuk merupakan salah satu kabupaten yang ada di daerah Jawa Timur. Wilayahnya berada di dataran rendah, membuat daerah ini memiliki struktur tanah yang subur sehingga cocok untuk bertanam.

Tenar dengan sebutan kota angina dikarenakan daerah ini diapit oleh Gunung Wilis dan pegunungan Kendeng, yang menyebabkan hembusan angin cukup kuat.

Usut punya usut, Nganjuk ternyata memiliki daya tarik wisata bagi para traveler yang masi bingung dengan destinasi yang akan di tuju. Tak hanya alam yang memiliki daya tarik, Nganjuk pun memiliki sejarah dan juga kuliner yang mantap. Mari kita lirik beberapa wisata di Kota Angin ini

1. Indahnya Air terjun merambat di Roro Kuning


Anggunnya air terjun Rorokuning via tatikmentik.blogspot.com
Tempat ini merupakan salah satu tujuan wisata bagi warga sekitar. Fasilitas yang tersedia pun sudah diperbaiki terus menerus. Mulai dari outbound hingga kolam renang.

2. Megahnya Air terjun Sedudo, Gunung Wilis
Berada di Desa Ngliman, air terjun ini harus di tempuh pada jarak 30 km dari pusat kota nganjuk. Berdasarkan cerita yang beredar disana, konon katanya jika anda berkunjung dan mandi di air terjun tersebut pada bulan Sura, maka wajah anda akan awet muda. Cerita tersebut sudah diwariskan sejak zaman Majapahit.

3. Nikmati Derasnya air terjun Singokoromo

Deras sekali air terjunnya via agungpambudi72-sejarahdanperistiwa.blogspot.com
Destinasi ini harus anda kunjungi karenan pemandangan alam dan juga aliran airnya yang cukup deras. Padahal hanya memiliki ketinggian sekitar 20 m saja.

4. Menyukai hal-hal berbau klenik? Kunjungi Saja Gua Margo Tresno

Gua Margo Trisno dikenal sebagai tepat untuk mencari berkah bagi para warga sekitar. Jangan heran jika saat melihat gua ini anda merasakan nuansa mistik yang cukup kuat.

5. Kunjungi Makam Hayam Wuruk di Candi Ngetos


Candi yang diperkirakan merupakan Makam Hayam Wuruk
Tempat ini dipekirakan menjadi tempat peristirahatan terakhir sanga Raja Majapahit, Hayam Wuruk.

6. Kentalnya Budaya Tiongkok di Klenteng Hok Yoe Kiong


7. Mengunjungi salah satu masjid tertua di Nganjuk

Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten Nganjuk. Pasalnya, masjid ini dibangun pada tahun 1745 Masehi. Masjid ini terletak di barat Lapangan Berbek kota Nganjuk. Pada waktu itu, masjid ini masih menggunakan atap berupa ijuk dan lantainya berupa adukan tanah liat dan kapur. Meski telah beberapa kali mengalami pemugaran, namun beberapa bagian masjid ini masih terjaga keasliannya seperti mimbar, bedug, serta beberapa ornamen seperti kerangka-kerangka yang terbuat dari kayu jati.

9. Nikmatnya Nasi Becek Nganjuk

Nasi satu ini mirip dengan soto, akan tetapi kuah yang di pakai lebih kental daripada biasanya. Karenanya akan lebih mirip dengan gulai atau kari. Nasi becek khas nganjuk ini dilengkapi dengan sate kambing yang telah ditusuk oleh sate.

10. Mantapnya Dumbleg
 Dubleg merupakan makanan yang mirip dengan dodol. Memiliki cita rasa yang manis dan legit. Sudah jarang memang yang ngejual, akan tetapi bagi yang ingin mencicicpi makanan jenis ini bisa dating langsung ke pasar-pasar tradisional seperti di pasar rejoso.

11. Nganjuk Punya onde-onde Njeblos Loh

Onde-onde yang bisa ketawa via www.timnhanhanh.com
Onde-onde khas nganjuk ini ternyata tidak memiliki isian sebagimana umumnya. Onde-onde ini dipanggil njeblos karena bentuknya mirip dengan bolu kukus bahkan mirip seperti orang ketawa.

12. Krupuk Upil

Tidak boleh jijik dengan namanya ya. Meski namanya tidak telalu bagus, yang pasti kerupuk ini tidak digoreng menggunkan minyak seperti umunya. Kerupuk ini di goring menggunakan pasir.

Jadi kapan anda mau datang ke kota ini?

Sumber : http://www.hipwee.com/travel/indahnya-kabupaten-nganjuk-yang-membuat-kota-angin-ini-wajib-dikunjungi/

Read More

Friday, July 3, 2015

Situs Condrogeni: Sering Lewat, Tak Pernah Melihat

  No comments
7:48:00 AM


Mencari informasi tentang Situs Condrogeni memang membutuhkan upaya yang lebih. Mbah Google yang biasanya menjadi rujukan utama segala kekurangan informasi pun tak banyak memberikan referensi. 

Nama Condrogeni banyak dikaitkan dengan seorang patih dari Kerajaan Ngatas Angin, Raden Bagus Condrogeni. Kerajaan Ngatas Angin sendiri dipimpin oleh Raden Condromowo yang kemudian bergelar Raden Ngabei Selopurwoto. Raden Condromowo adalah Paman dari Raja Majapahit, Hayam Wuruk. Konon, Hayam Wuruk memerintahkan Raden Condromowo untuk membangun sebuah Candi yang sekarang kita kenal dengan Candi Ngetos. Situs Condrogeni sendiri dipercaya sebagai penanda wilayah kepatihan Raden Bagus Condrogeni. Letaknya sekitar 15 km dari Candi Ngetos.

 Situs Condrogeni terbagi menjadi dua bagian, satu berada di bawah, sedangkan satunya lagi berada di atas. Arca – arca di Situs Condrogeni sangat unik dengan bentuk yang mengarah ke arca Megalitik. Arca – arca Condrogeni kemungkinan peninggalan masa Kerajaan Majapahit akhir. Selain arca, dulu di Situs ini terdapat talud (talud bisa diartikan sebuah pasangan batu belah yang berfungsi sebagai penahan tanah agar tidak longsor), tapi sekarang sepertinya tertutup tanah dan tanaman sehingga tak kelihatan lagi. Selain itu, dulu juga terdapat banyak arca disini, entah sekarang musnah kemana semua arca itu.
Situs Condrogeni bagian bawah terdiri dari satu arca dwarapala, dua buah menhir atau tugu batu dan sebuah batu yang bentuknya menyerupai stupa. Arca dwarapala dibawah sini memiliki bentuk gemuk, mulut menyeringai dengan gigi taringnya yang tajam, rambut gimbal nan panjang, dan hidung yang besar. Tangan kanannya memegang pedang polos tanpa ukiran, memakai kalung, gelang serta anting – anting dikedua telinganya. Arca disini dalam posisi jongkok dan memakai kain untuk menutupi daerah kemaluannya (seperti yang dipakai para pesumo).

Di Situs Condrogeni bagian atas terdapat sekitar dua buah umpak, sebuah menhir dan sebuah arca dwarapala. Arca dwarapala disini lebih ramping dan tinggi dari arca yang ada dibawah. Arca tersebut memegang pedang berukir yang patah, memakai kain penutup kemaluan, memakai kalung dan memiliki payudara (arca perempuan ?). Bagian mata dan hidung arca melesak ke dalam dan tangan kanannya putus.Adanya umpak disini, kemungkinan pernah ada suatu bangunan pendopo. Dengan adanya arca dwarapala di atas dan dibawah, kemungkinan Situs ini merupakan suatu bangunan punden berundak seperti Candi Sukuh maupun Candi Ceto.
Situs Condrogeni, suatu Situs yang tak pernah disangka, berada dibalik hiruk pikuknya wisata Air Terjun Sedudo. Suatu Situs peninggalan purbakala yang layak dijaga dan dilestarikan. Suatu Situs peninggalan purbakala yang bertahan selama ribuan tahun dalam selimut kabut Gunung Wilis yang suci.

Dan ternyata kita hanya sering lewat, tanpa pernah melihat situsnya. Bagi yang sudah mondar-mandri ke Air Terjun Sedudo, tentu sekilas pernah melihat plang "Situs Condrogeni" letaknya sekitar 2 km sebelum Air Terjun Sedudo. Menyempatkan mampir ke sana adalah keputusan yang tepat. Walaupun memang, jalan menuju ke sana tidak dapat dijangkau dengan kendaraan bermotor, kita harus berjalan kaki melewati jalan setapak selama 30 menit. 

Situs ini memang jarang dikunjungi, sehingga wajar jika kita tidak menemui jejak-jejak vandalisme di sini. Tidak ada coretan aku cinta kau, atau saya was here. Justru, yang sering berkunjung adalah penikmat wisata mistis atau para pegiat meditasi (pertapaan). Hal itu menambah nuansa magis sekaligus mistis ketika berkunjung ke sana. Bahkan menurut warga, di hari-hari tertentu sering terdengar suara gamelan dari sekitar area situs Condrogeni. Padahal ketika bunyi-bunyian gamelan terdengar, di sekitar lokasi tidak ada orang satupun. hiiiiiiiiiiii

Sumber:
1. http://gratishostingdi.blogspot.com/2013/05/situs-condrogeni.html
2. http://www.mlancong.com/detail/artikel/jalan-setapak-menuju-situs-condrogeni.html
3. http://www.garudamukha.com/?prm=galeri&norec=40







Read More