Showing posts sorted by relevance for query desa desa. Sort by date Show all posts

Saturday, January 24, 2015

Struktur Pemerintahan Desa Ngliman

  No comments
8:25:00 PM

Pak Lurah Ngliman sedang bersiap memimpin sebuah acara di Kantor Desa


Dalam kehidupan suatu desa tidak terlepas dari peranan pemimpin desa beserta jajaranya, begitu juga kemakmuran di Desa Ngliman. Selain peran serta masyarakat dalam pengembangan desa, peran kepala desa beserta jajaranya juga menjadi hal terpenting dalam pengembangan kemakmuran Desa Ngliman. sistem pemerintahan di Desa Ngliman dipimpin oleh Kepala Desa, dibantu oleh satu orang Carik, 4 Kepala Dusun dan 4 Kaur (Kepala Urusan) seperti: Urusan keamanan (Jogo Boyo) 3 orang, Urusan Kemasyarakatan (Modin) 2 orang, urusan pengairan (Jogo Tirto) 1 orang dan urusan Hubungan Masyarakat (bayan) sebanyak 4 orang. Sistem pemerintahan di Desa Ngliman ini berkesinambungan dan saling berhubungan dalam suatu pemerintahan.
Sampai saat ini sistem pemerintahan di Desa Ngliman sudah mengalami 7 kali pergantian Kepala Desa dan jajaranya. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Carik Desa Ngliman Bapak Wakimin Siswoko, Kepala Desa Ngliman yang pertama kali adalah Mbah Rono Pawiro dimana beliau memimpin desa selama beberapa tahun yaitu dengan masa jabatan pada tahun 1901 – 1955, dimana pada saat itu cara pemilihan kepala Desa Ngliman ditunjuk langsung oleh Bupati Nganjuk yang menjabat saat itu. Kepala desa periode kedua dipimpin kembali oleh Mbah Ranu Pawiro, dimana masa jabatanya berlanjut dari tahun 1955 – 1965. Pada sistem pemilihan kepala desa kedua ini sistem pemilihan yang dilakukan berbeda dengan periode sebelumnya, yaitu sistem pemilihan dilakukan dengan sistem pemilihan langsung yaitu dengan sistem dipilih langsung dari masyarakat Desa Ngliman sendiri. Pada periode ketiga kepemimpinan Desa Ngliman dipimpin oleh Darsiman, dimana masa jabatanya berkisar antara tahun 1965 – 1969, dimana sistem pemilihan yang digunakan adalah dengan sistem pemilihan secara langsung oleh warga. Pada periode ke 4 Desa Ngliman dipimpin oleh mbah Suparmo dengan masa jabatan antara tahun 1969 – 1974, namun pada periode ke 4 ini kepala Desa Ngliman mulai dipilih lagi olrh Bupati Nganjuk. Pada periode ke 5 Desa Ngliman dipimpin oleh Pak Paidi dengan masa jabatan antara tahun 1974 – 1999 dengan sistem pemilihan langsung oleh warga. pada periode ke 6 Desa Ngliman dipimpin oleh Drs. Marsono dengan masa jabatan antara tahun 1999-2013 dengan sistem pemilihan langsung dari warga. Saat ini Desa Ngliman dipimpin oleh Pak. Imam Widodo dengan masa jabatan semenjak Februari 2013 sampai sekarang dengan sistem pemilihan langsung yang dipilih oleh warga desa sendiri. Sampai saat ini pemerintah Desa Ngliman masih terus melakukan pengembangan terhadap program – program desa demi kemakmuran masyarakat Desa Ngliman
Beberapa program pemerintah yang sedang dijalankan di Desa Ngliman adalah PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat), Gardu Taskin, Gerakan Kemiskinan, ADIDE (Anggaran Dana Desa), Pansimas (Program Air Minum Berbasis Masyarakat). Dalam pelaksanaanya Kepala Desa dan jajaranya di bantu oleh lembaga- lembaga yang di bentuk di Desa Ngliman. Lembaga tersebut diantaranya adalah BPD (Badan Pengawas Desa), LPM (Lembaga Perlindungan Masyarakat), Karang Taruna, Kader – Kader Desa, Perkumpulan ibu – ibu PKK dan Wirausaha. 

penulis: D.A Fajar N

Read More

Thursday, November 27, 2014

Desa Ngliman, Kaya Akan Hasil Tanam

  No comments
9:57:00 AM

Sawah ladang luas di Ngliman


Tak hanya terkenal dengan pesona alam dan budayanya, Desa Ngliman juga terkenal akan komoditas perkebunan serta pertaniannya. Komoditas perkebunan dan pertanian di Desa Ngliman sangat melimpah karena faktor iklim yang menyebabkan tanah di desa ini  sangatlah subur. Kesuburan tanah di Desa Ngliman menyebabkan desa ini cocok untuk ditanami beberapa komoditas tanaman holtikultura serta perkebunan. Beberapa komoditas unggulan yang di tanam di Desa Ngliman diantaranya adalah cengkih, mawar, berbagai jenis tanaman holtikultura seperti durian, jeruk, alpukat, cabai, tomat, dll, bahkan warga desa ini saat ini mulai menanam tanaman perkebunan seperti nilam. Hal tersebut yang menyebabkan sebagian besar mata pencaharian warga di Desa Ngliman adalah petani.

Read More

Thursday, July 9, 2015

Lebaran di Ngliman yang Berbeda Tanggal

  1 comment
6:37:00 AM

Perbedaan memang sering terjadi, ini bukanlah masalah. Justru beda adalah unik dan menarik. Yang menarik adalah apa bedanya dan mengapa berbeda.

Sebagaimana yang kita ketahui, penentuan lebaran oleh pemerintah dilakukan dengan mekanisme sidang isbat yang dihadiri berbagai elemen masyarakat. Hasilnya menjadi patokan pemerintah dalam menentukan Hari Raya Idul Fitri. Beda patokan, beda pula penentuan hari lebaran itu. Makanya, sering kali kita alami, perayaan lebaran yang berbeda hari. Bukanlah sebuah masalah ketika kita bisa saling menghargai, saling menghormati perbedaan tersebut.

Ngliman, sebagai sebuah desa yang kental dengan budaya warisan leluhurnya, juga punya cara yang sedikit berbeda dalam penentuan lebaran. Bukan dengan kalender masehi atau pun kalender hijriah, sesepuh Desa Ngliman menentukan hari lebaran dengan kalender ABOGE (Alif Rebo Wage). Memang tidak selamanya, lebaran yang ditetapkan pemerintah berbeda dengan lebaran di Ngliman. Tapi, untuk tahun ini, warga Ngliman baru akan merayakan lebaran pada hari Minggu Wage, 19 Juli 2015. Jika kita cermati tanggal merah di kalender masehi, di sana warna merah adalah untuk tanggal 17 dan 18 Juli 2015. Artinya, Lebaran di Desa Ngliman, tahun ini, berbeda dengan lebaran di tanggalan. Lebaran di Desa Ngliman belakangan. Apakah juga akan berbeda dengan Lebaran yang ditetapkan pemerintah, kita perlu menunggu hasil dari sidang isbat.

Sebelum saya bahas lebih lanjut, perlu saya sampaikan, lebaran yang saya maksud di sini adalah kegiatan saling sungkem, saling bersalaman, bersilaturahmi keliling ke keluarga dan tetangga. Sementara perayaan Hari Raya Idul Fitri yang ditandai dengan Shalat Ied, warga Desa Ngliman tetap merayakannya bersama, sesuai penetapan pemerintah. Bagi saya, ini sangat menarik. Bayangkan bagaimana cara masyarakat Ngliman melestarikan budaya warisan leluhur, tanpa mengganggu agama dan kepercayaan yang dianutnya. Warga tetap menjalankan syariat agama dan juga tetap melestarikan budaya leluhurnya, tanpa mencampuradukannya.

Kenapa hal itu bisa terjadi? jawabannya kembali pada itungan ABOGE yang menjadi dasar perhitungan sesepuh Desa Ngliman. Di desa Ngliman, lebaran ditandai dan didahului dengan prosesi OBONG. Penentuan kapan digelarnya prosesi OBONG ini mengacu pada kalender ABOGE yang awal bulan setiap tahunnya sudah ditetapkan. ABOGE sendiri merupakan kepanjangan dari Alif Rebo Wage, yang artinya tahun pertama penanggalan ABOGE disebut Tahun Alif, dengan 1 suro (tahun baru) tepat pada hari Rebo Wage. Tahun ini adalah tahun kedua dalam penanggalan ABOGE yang disebut Tahun EHe. Sesuai dengan penanggalan ABOGE, tanggal 1 Syawal pada Tahun EHe jatuh pada hari Mingu Wage yang bertepatan dengan tanggal 19 Juli 2015 penanggalan masehi.

Tentunya hal ini ngefek pada agenda lebaran warga Ngliman. Seandainya pemerintah nantinya menetapkan 1 Syawal jatuh pada tanggal 17 Juli 2015, maka warga Ngliman akan berbondong-bondong ke masjid hari itu. Tapi, jangan heran seandainya setelah itu masih banyak warga Ngliman yang memilih kembali berladang atau mengerjakan kegiatan lainnya. Bahkan, esok harinya, mereka masih asyik dengan kerjaannya. Belum terlihat tanda-tanda lebaran berupa kue-kue yangdisajikan. Hehehehe. Uniknya desaku, Desa Ngliman.

Nah, baru pada hari Minggu Wage, 19 Juli 2015, yang menjadi agenda pertama warga adalah ziarah kubur. Kami akan berbondong-bondong ke makam Desa Ngliman untuk berziarah. Tak heran jika sepanjang jalan menuju makam Desa Ngliman menjadi penuh sesak dengan warga. Dengan antusias mereka mengantri di gerbang makam, sembari menunggu prosesi OBONG selesai, yang menandakan warga diperkenankan untuk mulai berziarah. Silakan bagi yang ingin menyaksikannya . . ..





Read More

Thursday, July 2, 2015

Obong: Beginilah Warga Ngliman Menghargai Leluhurnya

  No comments
1:14:00 PM

Adicara Sungkeman sudah cukup dikenal banyak orang. Adegan ini merupakan adegan yang biasanya mengharukan dan sakral. Selain sebagai bentuk penghormatan sungkeman adalah prosesi yang sakral dimana mempelai pengantin lelaki dan perempuan meminta ijin dan restu kepada orang tua untuk menikah. Sungkeman juga dapat dideskripsikan sebagai sebauh cara seorang anak memohon maaf kepada orang tuanya. Di desa kami, Desa Ngliman, ada suatu ritual yang namanya sama, prosesinya beda. Adicara Sungkeman di Desa Ngliman bukan ketika acara pernikahan, melainkan ketika lebaran.

Adicara Sungkeman adalah sebuah upacara penghormatan kepada leluhur. Seperti diketahui, sejarah Ngliman erat hubungannya dengan Mbak Ngaliman. Beliau dipercaya sebagai leluhur dari warga Ngliman. Atas sejarah itu, setiap Hari Raya Idul Fitri, di Desa Ngliman diadakan ritual Adicara Sungkeman yang lebih dikenal dengan sebutan "Obong". Obong dilakukan di pagi hari, bahkan sebelum warga ber-sungkeman dengan keluarga.

Tahun lalu, saya berkesempatan untuk mengikuti ritual Obong dari awal (tapi tidak sampai akhir). Ini merupakan yang pertama bagi saya, seperti apa ritual Obong ini akan dilalui pun sama sekali tidak saya mengerti. Hehehehe. Berangkat sebelum pukul 6.00 pagi, saya tiba di Kantor Desa yang letaknya bersebelahan dengan Gedong Pusaka. Di sana telah berkumpul pamong desa beserta sesepuh yang akan mengikuti prosesi Obong. Mereka berdiri berjajar mengelilingi rangkaian meja yang penuh dengan bunga kenanga. Saya kemudian sedikit berkesimpulan, ritual Obong ini semacam ziarah makam alias nyekar ke Makam Mbah Ngaliman.


 Setelah rombongan yang terdiri dari Pamong Desa, Juru kunci makam, Sesepuh, dan perwakilan tiap dusun lengkap, rombongan siap melakukan kirab menuju Makam Mbah Ngaliman. Bagi yang belum tahu, Makam Mbah Ngaliman terdiri dari Makam Gedong Kulon dan Makam Gedong Wetan. Tujuan pertama kami adalah Makam Gedong Kulon.



Setibanya di Makam, rombongan dipersilakan masuk ke dalam gedong makam, Prosesi Obong akan dilaksanakan di dalam ruangan makam dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa didampingi Juru Kunci Makam. Inti dari acara ini adalah ziarah makam dan mendoakan mendiang. Saya tidak banyak bercerita tentang jalannya prosesi, biarlah foto yang menggambarkannya.
 





Prosesi berlangsung dengan sakral serta hikmat.

Obong belum usai sampai di situ. Seperti yang disampaikan di awal, Makam Mbah Ngaliman terdiri dari dua makam, sehingga prosesi ini dilanjutkan dengan kirab menuju ke Makam Gedong Wetan.
 Ini bagian yang paling menarik menurut saya. Sepanjang jalan menuju Makam Wetan telah berkumpul ratusan warga yang menanti rombongan kirab. Mereka bukan menunggu untuk berebut tumpeng, melainkan menyambut dan mengiringi rombongan kirab. Perlu diketahui, Makam Wetan berada satu lokasi dengan pemakaman umum warga Ngliman. Dan warga belum diijinkan nyekar sebelum acara kirab selesai. Saya melihat ini sebagai bentuk penghormatan warga terhadap leluhurnya.



Dan setelah ini, saya terjebak di kerumunan, dan tidak lagi mengikuti rombongan kirab. . . .

Sebagaimana disebutkan di awal, warga Desa Ngliman lebih mengenal ritual ini dengan sebuatan "Obong". Obong dalam bahasa Indonesia berarti "Bakar". Warga mengidentikan ritual ini dengan kegiatan membakar kemenyan pada rangkaian prosesinya dan membakar kotoran-kotoran yang mengotori makam, seperti daun-daun yang gugur. Warga berdatangan ke Pemakaman umum untuk nyekar ke makam keluarganya sekaligus membersihkan makam.

Di tahun ini, Adicara Sungkeman/ Obong akan dilaksanakan di hari pertama lebaran yang jatuh pada hari Minggu Wage tanggal 19 Juli 2015. Ini juga sangat menarik. Dalam penetapan tanggal lebaran, Warga Desa Ngliman menggunakan penanggalan ABOGE, yang lebaran setiap tahunnya sudah diketahui bertahun-tahun sebelumnya. Lain kali kita bahas ya . . . .

Read More

Thursday, November 27, 2014

Mengenali Desa Ngliman Lebih Dekat

  No comments
10:02:00 AM




          Desa Ngliman berada di Kabupaten Nganjuk yang dikenal sebagai Bumi Anjuk Ladang. Tentunya ketika mendengar Desa Ngliman pasti dalam pikiran kita langsung tertuju pada wisata alamnya, yaitu air terjun sedudo. Ya benar, Ngliman memang sudah banyak diketahui orang tentang wisata alamnya yang eksotik, tapi tidak ada salahnya mengetahui lebih dekat keadaan desa Ngliman.

Read More

Menguak Sejarah Makam Desa Ngliman

  No comments
9:59:00 AM


Pintu gerbang makam wetan

 Ngliman, adalah salah satu desa di Kabupaten Nganjuk yang terkenal akan keindahan alam, budaya serta tempat-tempat bersejarah. Salah satu tempat bersejarah di Desa Ngliman yang sering dikunjungi oleh wisatawan dalam maupun luar kota adalah makam Ki Ageng Ngaliman, dimana makam tersebut berada di dua tempat dengan sebutanya masing – masing yaitu Makam Gedong Kulon dan Makam Gedong Wetan. Berdasarkan data dan informasi yang direkam oleh Tim Penelusuran Sejarah Ngliman yang melibatkan berbagai nara sumber baik yang berada di daerah Ngliman

Read More

Matahari di Ngliman

  1 comment
8:26:00 AM

Ini adalah sebuah kisah tentang kunjungan Avivah Yamani ke Desa Ngliman. Avivah Yamani adalah seorang astronom komunikator. Profesinya menunjukkan seberapa paham dia tentang astronomi. Ia merupakan pengelola langitselatan. Avivah pernah berkunjung ke desa Ngliman, dan ini kisahnya . . .

Read More

Monday, June 29, 2015

Air Terjun Watu Lumbung dan Tetes Embun, Pesona di Antara Belantara

  1 comment
12:50:00 PM

 Bulan ini, Gunung Wilis kembali membuka tabirnya. Sebagaimana diketahui, lereng Gunung Wilis banyak menyembunyikan keindahan alam, terutama panorama air terjun. Selain Air Terjun Sedudo dan Air Terjun Singokromo yang sudah ramai dikunjungi wisatawan, setidaknya ada 10 Air Terjun lain yang masih jarang terjamah. Jumlah itu dipastikan bertambah setelah dua Air-Terjun-baru ditemukan oleh warga Desa Bendolo, Kecamatan Sawahan, yakni Air Terjun Watu Lumbung dan Air Terjun Tetes Embun.

Penemuan dua air terjun ini direspon positif oleh warga. Sebagai mana dikutip di laman www.adakitanews.com, Kepala Desa Bendolo, Salim, mengatakan, jarak kedua air terjun dari permukiman warga di Desa Bendolo, sejauh 6 kilometer. Untuk bisa ke lokasi tersebut, harus masuk ke kawasan hutan yang hanya bisa ditempuh jalan kaki atau hanya dengan menggunakan kendaraan roda dua dikarenakan medan yang sulit, licin, dan sempit.

“Untuk sementara, jalur menuju kedua lokasi air terjun memang masih tergolong berat. Oleh karena itu, warga dengan semangat yang tinggi berusaha membuka akses jalan menuju kawasan tersebut sejak sebulan ini,” jelasnya.

Berita ini juga dimuat di laman sindonews.com, sebagaimana dituturkan MNC Media yang meliput langsung ke lokasi. Warga terlihat bersemangat, bahu membahu, menyiapkan jalan setapak untuk akses menuju ke dua air terjun itu. Warga berharap dua air terjun itu menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke desa mereka, Desa Bendolo.

Pesona air terjun setinggi 50 meter ini memang menakjubkan. Berada di tengah hutan belantara yang masih perawan air terjun ini menawarkan keasrian. Dinamakan Watu Lumbung karena di atas air terjun, konon, terdapat sebuah batu besar yang mirip dengan lumbung padi.

Sedang untuk air terjun yang satu lagi, aksesnya masih sangat terbatas dan cenderung berbahaya. Untuk menuju kesana, kita harus melewati tebing curam yang di bagian bawahnya terdapat jurang yang menganga. Selain lebih tinggi, sekitar 75 meter, Air Terjun Tetes Embun menawarkan kewajiban alam yang sangat luar biasa. Bayangkan, tetesan hujan yang terus menerus dari atas rerimbunan hutan meski sedang kemarau sekalipun. Fenomena inilah yang mendasari penamaan Air Terjun Tetes Embun.

Melihat banyaknya air terjun yang sudah ditemukan di lereng Gunung Wilis ini, tidak mustahil ke depan akan ditemukan kembali air terjun yang lain. Dengan jumlah air terjun yang bertambah, juga memungkinkan pengembangan kawasan Lereng Gunung Wilis menjadi kawasan surganya pencinta air terjun Indonesia, bahkan di dunia. Seperti juga diungkapkan oleh Kepala Desa Bendolo bahwa warga berharap komitmen pemerintah untuk membantu mengangkat potensi Air Terjun Watu Lumbung dan Air Terjun Tetes Embun menjadi wisata andalan Kabupaten Nganjuk.







sumber:
1. http://daerah.sindonews.com/read/1012598/23/warga-nganjuk-temukan-dua-air-terjun-baru-1434323893
2. http://www.adakitanews.com/dua-air-terjun-perawan-di-lereng-gunung-wilis/
3. gambar: instagram @explorenganjuk

Read More

Sunday, August 28, 2016

7 Tempat Wisata yang Sedang Hits di Nganjuk

  No comments
3:45:00 PM

Nganjuk merupakan kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Terkenal dengan julukan kota angin, tempat ini sangat potensial untuk dijadikan tempat bercocok tanam. Kota angina ini cukup menyimpan wisata yang bakal memanjakan matamu dikala weekend atau bahkan hari libur lainnya. Intip yuk, beberapa contoh wisata yang bisa di jadiin tempat berlibur di bawah ini :


1. Indahnya Air Terjun Singokromo

Memiliki ketinggian kurang lebih 20 meter dengan suasana yang cukup sejuk dan tentunya bisa dijadikan tempat liburang yang menyenangkan. Air Terjun Singokromo berada di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan. Air terjun yang satu ini termasuk yang belum dikelola oleh pemerintah untuk tempat wisata. Alsan ini membuat jalan menuju lokasi menjadi agak sulit. Untuk mencapai lokasi air terjun ini para traveler hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua. Setelah itu harus jalan kaki sekitar 500 meter atau ditempuh dalam waktu 15 menit.
2. Tak Puas di Air Terjun Singokromo, Belok Aja Ke Sendang Putri Wilis

Hati-hati dengan Sendang Putri Wilis, anda bakalan terpesona dengan alam yang ada disana. Suasana yang khas lereng gunung, membuat para traveler bisa menikmati alaminya air di sini. Lokasi air terjun ini juga sama dengan lokasi air Terjun Singokromo. Untuk menikmati keindahan di sini anda cukup mengeluarkan kocek sebesar 5000 rupiah.
3. Main-main di Grojogan Sumbermiri Yuk

Grojogan Sumbermiri terletak di Desa Sumbermiri, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Tempat ini ini masih jarang didatangi oleh orang-orang. Dengan alasan itulah maka sudah sewajarnya tempat ini cukup dijadikan tempat para traveler untuk menyepi dari keramaian. Cukup dengan harga 5000 rupiah anda sudah bisa menkmati dan bahkan memarkirkan kendaraab anda. Jangan lupa bawa bekal sendiri, karena tempat ini belum memiliki warung
4. Waktunya Belok Ke Air Terjun Sumbermanik Aja.

Lokasinya berada di Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, Nganjuk. Jalan ke tempat ini bisa dibilang masih sulit tapi para traveler bisa mengandalkan warga daerah sini untuk menemani perjalanan anda menuju lokasi air terjun. Dari Desa Blongko, para traveler akan melewati akses yang cukup terjal dan berbatu, jadi harus hati-hati ya. Jangan kuatir travelers, semua capek mu alam terbayar lunas ketika sudah berada di air terjun setinggi 35 meter ini. Pasti seger dah.
5. Berfoto Ria di Bukit Batu Ngroto 

Lokasinya berada di Dukuh Ngroto, Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Tempat ini bisa dibilang sedang hangat dibicarakan para muda mudi nganjuk. Lokasi bukit ini tidak jauh dari jalan raya Sedudo-Sawahan. Tempat ini memperlihatkan panorama khas lereng Gunung Wilis yang menyejukkan mata. Untuk mencapai tempat ini, dari Kota Nganjuk arahkan kendaraan para travelers ke Sawahan Ngroto. Lewat ini anda bisa mengandalkan warga sekitar, pasti diantarkan dah
6. Rame-rame di Taman Pandan Wilis

Taman ini baru resmi dibuka pada tahun 2015 lalu. Namanya sendiri diambil dari Pegunungan Wilis yang merupakan pesona kota Angin saat ini. Taman Wilis berada di Kelurahan Werungotok, Kecamatan Nganjuk Kota, Kabupaten Nganjuk. Taman ini menjadi pilihan bagi warga sekitar bahkan muda-mudi yang ada disekitar tempat ini.

7. Pura Kerta Bhuwana

Tahukah anda dengan Pura Kerta Bhuwana ini? Usut punya usut Pura ini adalah Pura yang paling tua di Pulau Jawa. Lokasinya yang berada di lereng Gunung Wilis, membuat tempat ini cocok untuk beristirahat sejenak merasakan kesejukan yang ada. Kemolekan Pura ini pun bisa di jadikan lahan untuk mempercantik foto-foto di instagram loh.
Nah itulah ke tujuh tempat yang bakalan memanjkan mata kalian saat berada di Kota Nganjuk. Jangan lupa dating ya guys, dan jangan pernah merusak destinasi yang indah ini.

Sumber : http://ngadem.com/tempat-wisata-ini-lagi-hits-banget-di-nganjuk/

Read More

Saturday, March 7, 2015

“SARI MAWAR”, Sebagai Salah Satu Upaya Pemanfaatan Sumberdaya Lokal

  6 comments
3:51:00 PM



Waaa kabar kembira untuk kita semua, kini bunga mawar ada sarinya. Ha?? Sari mawar? well sepet, legi, seger adalah deskripsi 3 rasa yang akan kita dapatkan saat pertama kali menyruput minuman ini. Kalau biasanya kita menjumpai minuman yang berasal dari ekstrak sari buah apel, jambu dan buah-buahan lainya, kini Mbak Lina salah satu warga desa ngliman mencoba inovasi baru dengan mengolah bunga mawar menjadi sari mawar. Wah keren ya? 

Ide ini berawal dari adanya pelatihan program PNPM di desa ngliman tentang pemanfaatan sumberdaya lokal, salah satunya adalah komoditas mawar. Dengan adanya pelatihan tersebut akhirnya menggerakan jiwa usaha dari Mbk Lina untuk memulai usaha sendiri dengan membuat sari mawar. Sari mawar ini sudah dijual dimana – mana lo guys, kalian akan banyak menemui produk ini di kawasan air terjun sedudo, Nganjuk kota dan sekitar Kota Kediri dan sudah mendapat izin resmi dari Dinas Kesehatan serta sudah memiliki kode PIRT sendiri. Sari mawar ini juga sudah melalang buana guys, sudah sering diikutkan ke pameran – pameran tentang kekayaan sumberdaya lokal di kota Surabaya dan lainya serta banyak mendapat respon yang positif dari masyarakat sebagai konsumen. Dengan adanya sari mawar ini diharapkan dapat menjadi produk unggulan dari desa ngliman yang terkenal dengan komoditas mawarnya. dan tau nggak sih guys sari mawar ini sudah masuk di salah satu acara trans 7 lo dan akan masuk lagi di acara berbeda yang diadakan di trans 7 lagi dalam waktu dekat ini. Wah keren ya, saya aja pengen masuk d acara tv belum kesampaian, oke lupakan ^^.
 (Sari mawar dalam kemasan sekunder berupa kardus)

Tidak hanya sampai disitu, Mbk Lina masih ingin mengembangkan potensi dari si cantik bunga mawar ini untuk diolah lagi menjadi olahan yang berbeda yaitu “kerupuk mawar”, waaaaaa........... Yah kita doakan aja ya guys semoga ide tersebut dapat terlaksana. Dan semoga dengan adanya usaha ini dapat meningkatkan citra positif dari desa ngliman dan dapat mempengaruhi warga lain dalam berwirausaha dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat desa ngliman, Amin.... Semangat Berkarya!!!!! 


 (Sari mawar dalam kemasan primer berupa cup)


Read More